Sun. May 26th, 2024

Kegiatan Kedaireka Maching Fund Dikti antara Universitas Pattimura dan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) akan menempatkan 20 orang mahasiswa pada Distrik Teluk Mayalibit, Kampung Warsambin, Lopintol, Kalitoko dan Mumes. Kegiatan dengan tema pengembangan Eduekowisata berbasis mangrove akan memberikan penguatan bagi sumberdaya manusia di Distrik Teluk Mayalibit dalam pemanfaatan dan pemeliharaan mangrove.

Mahasiswa yang akan terjun ke lapangan perlu diberikan pengetahuan dan pemahaman tentang hutan mangrove dan manfaatnya. Bimbingan Teknis yang diberikan Dr. Irwanto, S.Hut, MP dari Jurusan Kehutanan Universitas mengambil judul “Pengenalan Hutan Mangrove (Manfaat, Zonasi, Kerusakan dan Rehabilitasi, Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim)”. Bimbingan Teknis ini diberikan kepada 20 orang mahasiswa dari berbagai program studi yang berada di Universitas Pattimura.

Dalam pemaparannya Dr. Irwanto, S.Hut, MP menjelaskan tentang manfaat mangrove secara biologi, fisik dan ekonomi bagi masyarakat dan lingkungan. Selain sebagai pencegah abrasi, mangrove juga berperan sebagai penyerap karbondioksida yang merupakan salah satu gas rumah kaca penyebab pemanasan global. Bila dibandingkan dengan tipe hutan lain, hutan mangrove merupakan tipe hutan yang menyimpan cadangan karbon tertinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.